Senin, 12 Desember 2011

Kamis, 01 Desember 2011

Bolt



Apresiasi Film Bolt

Identitas Film
Judul                           : Bolt
Producer                      : Clark Spencer
Sutradara                     : -
Art Director                : Paul Felix
Editor                          : Tim Mertens
Pemain                                    :
                                                Bolt                             (John Travolta)
                                                Penny                          (Miley Cyrus)
                                                Mittens                        (Susie Essman)
                                                Rhino                          (Mark Walton)
                                                Dr. Calico                    (Makolm McDowell)
                                                The Director                (James Lipton)
                                                The Agent                   (Greg Germann)
Sound Designer          : Randy Thom
Tahun Produksi           :

Unsur-unsur Dramatik dalam Film
Ide Cerita
1)      Plot dan alur cerita.
Film ini memiliki alur maju, di mana kejadian di ceritakan secara runtut dari awal hingga akhir, tanpa pengulangan ke suatu cerita lain.
2)      Masuk akal.
Dalam cerita The Karate Kid tersebut, pembuat film berusaha menyajikan cerita yang riil. Dimana seorang anak (Dre) yang tidak memiliki basic Kung fu dapat belajar Kung fu dengan cepat dan mengalahkan anak-anak lain yang sudah belajar Kung fu sejak lama. Sehingga dalam film ini banyak diperlihatkan adegan bagaimana Dre belajar dengan keras untuk bisa mahir dalam Kung fu.
3)      Tingkat Kemenarikan
Cerita film The Karate Kid sebenarnya hampir sama dengan cerita-cerita lain yang memiliki tema atau maksud yang serupa. Namun, hal menarik dari film ini adalah berusaha untuk memadukan antara belajar Kung fu dan emosional pemain. Adegan yang terlihat adalah ketika Dre harus belajar Kung fu dan bersosialisasi dengan teman sebayanya, khususnya Meiying.
4)      Ketegangan atau suspense.
Dalam film The Karate Kid ini terdapat beberapa adegan yang menegangkan, yakni;
-          Ketika Dre baru pertama kali tinggal di China, ia mendapatkan gangguan dari teman-teman sebayanya yang merupakan orang asli China (Cheng).
-          Ketika Dre mendapatkan tantangan dari Cheng dan gurunya dalam turnamen karate yang akan diselenggarakan dalam waktu beberapa hari lagi.
-          Pada saat turnamen berlangsung, Cheng berhasil mengalahkan lawan-lawannya begitupun juga Dre yang dapat mengalahkan lawan-lawannya. Sehingga Dre dan Cheng akhirnya bertemu dalam pertandingan final.
5)      Aksi atau gerak.
Film ini dari awal hingga akhir lebih dominan menampilkan gerak fisik seperti, Dre belajar karate kepada Mr. Han, Dre harus mendapatkan penyiksaan dan acaman dari Cheng. Tidak hanya itu, aktivitas batiniah banyak juga muncul di film ini seperti;
-          Pada saat sampai pertama kali di China, Dre merasa susah untuk menjali aktivitasnya sehari-hari karena segala yang dilihatnya berbau China, khususnya bahasa.
-          Pada saat Dre mengenal Meiying, Dre merasa mendapatkan teman yang cocok untuk diajak ngobrol dengannya. Akan tetapi pada suatu saat Dre tidak diperbolehkan orang tua Meiying untuk berteman dengan anaknay, karena mereka mengangap Dre mengganggu konsenterasi Meiying berlatih Biola.
-          Perasaan Dre yang selalu was-was ketika akan menghadapi lawan-lawan turnamennya, khususnya Cheng.
6)      Sederhana sekaligus kompleks.
Film ini merupakan film yang sebenarnya memiliki alur yang sederhana dan mudah dipahami. Namun si pembuat film banyak menambahkan beberapa komposisi adegan lain untuk menambah kompleksitas cerita yang disajikan. Cerita yang sebetulnya menggambarkan bagaimana seorang anak yang ingin berusaha belajar Kungfu, namun banyak disisipi adegan-adegan lain untuk merangasang emosi audien lain.
7)      Pengolahan materi emosional.
Materi emosional dalam Film The Karate Kid ini dirasa cukup dan tidak berlebihan. Namun, dimasyarakat kita, budaya seorang anak untuk bertarung itu sebenarnya kurang pas, sehingga anak sebagai audien film ini harus didampingi dan diarahkan agar pesan moralnya saja yang sampai dan dipahami.

Judul
Film Bolt ini menggunakan judul dengan nama tokoh utama.

Tema dan Maksud
1)      Efek emosional/suasana sebagai tema.
Pada film ini menggunakan efek emosional/suasana yang khusus sebagai fokus atau Penekanan ide cerita yang ingin dicoba untuk disampaikan kepada penonton. Efek emosional yang banyak muncul di film ini menggambarkan mengenai perasaan kesetiaan dan kedekatan hewan kepada tuannya.
2)      Tokoh sebagai tema.
Film ini memiliki fokus tema yang tidak jauh dari tokoh atau karakter, dalam hal ini diwakili oleh Bolt. Bolt yang merupakan anjing jenis Cihuahua ini memiliki sifat-sifat yang merupakan gambaran secara umum mengenai sifat-sifat anjing pada umumnya.
3)      Ide sebagai tema.
Berangkat dari pemahaman masyarakat mengenai sifat dari anjing, dimana anjing cenderung memiliki sifat “setia” kepada manusia. Film ini mencoba menggambarkan seberapa besar tingkat kesetiaan anjing yang diperankan oleh Bolt kepada tauannya yang diperankan oleh Penny.

Karakterisasi
Karakterisasi dapat dilihat atau ditunjukkan melalui :
1)      Penampilan
-          Bolt, seperti seekor anjing cihuahua pada umumnya, memiliki tanda khusus.
-          Penny, seperti seorang anak pada umumnya, sederhana.
-          Rhino, seekor hamster yang berada di sebuah bola kaca bulat.
-          Mittens, seekor kucing hitam dan kurus.
-          The agent, seorang pria yang rapi, berambut putih, berkacamata.
2)      Aksi eksternal, Karakter yang direka dari melihat bahasa tubuh tokoh.
-          Bolt: Cekatan, percaya diri, tergesa-gesa, ceroboh.
Digambarkan dalam adegan bahwasannya dalam perjalanan kembali ke Hollywood, Bolt selalu dengan cepat untuk berlari kemanapun agar ia dapat bertemu dengan Penny. Dalam perjalanannya, ia selalu berusaha menggunakan kekuatan supernya dengan percaya seperti yang dibayangkan daat ia bermain film, namun selalu gagal dan tidak berhasil, sampai dirinya dan Mittens tertangkap oleh polisi hewan liar karena ulah Bolt.
-          Penny: Tenang
Digambarkan dalam adegan saat ia kehilangan Bolt, ia berusaha tidak mencari-cari di jalan, telpon polisi, namun ia tetap tenang dan berusaha berpikir apa yang menyebabkan dia hilang. Sampai ia membuat brosur dan selebaran tentang informasi mengenai Bolt.
-          Mittens: Ulet, berani
Digambarkan dalam adegan bahwasannya ia selalu memberontak kepada Bolt saat ia di “tawan” untuk ikut bersamanya bertemu dengan Penny. Kemudian ia berusaha mencoba mengajarkan Bolt bagaimana cara untuk mencari makan kepada orang-orang yang sedang piknik di Caravan.
-          Rhino: Percaya diri, berani, bersemangat
Tergambar dalam adegan bahwasannya Rhino percaya kepada Bolt saat terjun dari atas jembatan yang di bawahnya ada kereta api yang sedang berjalan. Dan juga Rhino selalu bersemangat dan mendukung Bolt untuk segera bergerak menyelamatkan Penny.
3)      Aksi internal, Karakter yang direka melalui aksi batin tokoh.
-          Bolt: Seekor anjing yang setia, penurut, suka berkhayal.
Digambarkan dalam sebuah aksi pada saat Bolt berusaha menyelamatkan Penny yang dianggapnya dalam keadaan bahaya. Kemudian pada saat Bolt tersesat di New York dan ingin kemabali kepada Penny di Hollywood. Karakter suka  berkhayala tergambar pada saat perjalanan menuju Hollywood, Bolt merasa seperti sebagai seekor anjing super seperti yang diperankannya dalam film yang dimainkannya bersama Penny.
-          Penny: Seorang anak kecil yang penurut, Penyayang binatang.
Digambarkan dalam sebuah aksi pada saat ia kehilangan Bolt, kemudian ia dibujuk oleh salah seorang kru film untuk melupakannya dan menyarankannya bermain dengan pengganti Bolt yang lain. Sedangkan untuk karakter Pennyayang binatang banyak adegan yang menunjukkannya, pada saat Bolt hilang, Penny berusaha membuat selebaran yang menginformasikan kehilangan Bolt. Kemudian ada adegan yang menggambarkan Penny sanngat sediah pada saat ia kehilangan Bolt.
-          Mittens: Seekor kucing hitam yang berpendirian kuat, keras kepala.
Digambarkan dalam adegan film dimana mittens selalu menyadarkan Bolt bahwa yang dialaminya tersebut merupakan kehidupan nyata, bukan yang seperti di film yang dimainkannya. Kemudian Mittens berusaha meyakinkan Bolt bahwa Penny, sebagai tuannya sudah tidak peduli dengan dirinya dan selalu mengajak Bolt untuk tidak kembali kepada Penny.
-          Rhino: Seekor hamster yang polos dan apa adanya.
Digambarkan dalam adegan film bahwa dirinya selalu membanggakan dan mengagumi Bolt sebagai sosok anjing yang hebat seperti yang dilihatnya di televisi. Kemudian ia juga ikut membantu Bolt untuk kembali kepada Penny, yang digambarkan dalam adegan bahwasannya Rhino ingin membantu Bolt yang ingin membebaskan Penny dari Dr. Calico.
4)      Nama tokoh
-          Bolt
-          Penny
-          Mittens
-          Rhino
-          Grey
5)      Identitas tokoh
-          Bolt: Seekor anjing, artis film
-          Penny: Anak kecil usia 10-12 tahun, artis film
-          Mittens: Seekor kucing
-          Rhino: Seekor hamster
-          Grey: ibu Penny

Alur dan Plot
Alur cerita atau yang digunakan dalam film Bolt ini  merupakan jenis alut Linear Sebuah plot cerita yang dimulai dari titik awal dan maju terus hingga titik akhir cerita.
Struktur dari sebuah cerita dapat terdiri dari:
1)      Eksposisi
Film Bolt memberikan gambaran permulaan cerita dimana ada seekor anjing yang dipelihara oleh seorang anak yang bernama Penny, anjing tersebut dinamakan Bolt. Penny dan Bolt memiliki aktivitas shooting pembuatan film yang berjudul “Bolt”. Di dalam proses pembuatan film, si anjing, Bolt, merasa bahwa adegan-adegan yang dialami adalah sebuah kenyataan.
2)      Konflik
Pada sebuah proses penggarapan adegan, Bolt merasa bahwa Penny dalam keadaan bahaya dan harus diselamatkan. Padahal keadaan tersebut hanya merupakan sebuah adegan semata. Akhirnya, rasa khawatir Bolt dengan keadaan Penny, akhirnya ia mencoba mencari-cari dimana lokasi Penny saat itu. Namun, karena ia terjatuh di sebuah kardus dan akhirnya ia terbawa ke kota lain, New York, dan terpisah dari Penny.
3)      Klimaks
Permasalahan terjadi ketika Bolt terpisah dengan Penny di Kota New York. Keinginannya untuk segera bertemu dengan Penny, membuatnya berpikir dan berusaha dengan segala hal agar ia dapat kembali ke kota Hollywood. Namun, karena Bolt merasa menjadi anjing super, akhirnya ia mencoba untuk menggunakan kekuatannya dalam menghadapi masalah dalam perjalanannya. Tapi ia tidak bisa menggunakannnya di dalam dunia nyata. Akhirnya ia bertemu dengan Mittens, seeekor kucing yang membantu Bolt untuk kembali kepada Penny. Di dalam perjalanan, Penny selalu mengingatkan Bolt agar sadar bahwa ia hidup dalam kehidupan nyata, bukan di film, sehingga Mittens menyarankan agar tidak berkhayal dengan menggunakan kekuatan supernya. Bolt dan Mittens juga mendapatkan teman perjalanan seeekor hamster, Rhino.
4)      Resolusi
Setelah sampai di Hollywood, Bolt melihat Penny bermain film dengan pemeran pengganti Bolt yang baru. Akhirnya ia merasa kecewa, dan pergi dari studio. Namun, kebakaran terjadi di studio lokasi Penny dan kru membuat adegan film. Akhirnya Bolt kembali ke tempat tersebut dan menolong Penny dari bencana tersebut. Akhirnya Bolt dan Penny selamat dan orang tua Penny, Grey, memutuskan untuk berhenti bermain film. Sehingga Bolt, Mittens, dan Rhino hidup dengan keluarga Penny dengan bahagia.

Setting
Empat  hal setting  yang ada pada film Bolt:
 1)      Faktor temporal (waktu)
Film Bolt menggambarkan setting waktu masa sekarang. Dimana terlihat banyak gedung-gedung besar di kota Hollywood.
2)      Faktor geografik, tempat dimana cerita terjadi
Film Bolt ini terjadi di 2 tempat di Amerika Serikat, Yakni New Tork dan Hollywood.
3)      Faktor ekonomi yang berlaku saat itu
Film Bolt ini menggambarkan keadaan ekonomi yang cukup mapan, ini dilihat dari keadaan keluarga Penny dan kegiatannya yang sehari-harinya melakukan shooting film. Jelas terlihat pada film ini Penny sebagai seorang artis film.
4)      Faktor adat dan budaya yang berlaku saat itu.
Adat dan budaya yang terlihat pada film Bolt adalah sikap salah seorang kru pembuatan film Bolt yang selalu memaksa Penny untuk selalu fokus pada proses pembuatan film tersebut. Ini menggambarkan sikap profesional dan disiplin dalam dunia perfilman.

Apresiasi Film The Karate Kid



Identitas Film
Judul                           : The Karate Kid
Producer                      : Jerry Weintraub
Sutradara                     : -
Ide Cerita                    : Robert Mark Kamen
Editor                          : Joel Negron
Pemain                                    :
Dre Parker       : Jaden Smith
Mr. Han           : Jackie Chan
Mrs. Parker      : Taraji P. Henson
Cheng              : Zhen Wang
                                    Meiying            : Wenwen Han


Tahun Produksi           : 2010

Unsur-unsur Dramatik dalam Film

Ide Cerita
1)      Plot dan alur cerita.
Film ini memiliki alur maju, di mana kejadian di ceritakan secara runtut dari awal hingga akhir, tanpa pengulangan ke suatu cerita lain.
2)      Masuk akal.
Dalam cerita The Karate Kid tersebut, pembuat film berusaha menyajikan cerita yang riil. Dimana seorang anak (Dre) yang tidak memiliki basic Kung fu dapat belajar Kung fu dengan cepat dan mengalahkan anak-anak lain yang sudah belajar Kung fu sejak lama. Sehingga dalam film ini banyak diperlihatkan adegan bagaimana Dre belajar dengan keras untuk bisa mahir dalam Kung fu.
3)      Tingkat Kemenarikan
Cerita film The Karate Kid sebenarnya hampir sama dengan cerita-cerita lain yang memiliki tema atau maksud yang serupa. Namun, hal menarik dari film ini adalah berusaha untuk memadukan antara belajar Kung fu dan emosional pemain. Adegan yang terlihat adalah ketika Dre harus belajar Kung fu dan bersosialisasi dengan teman sebayanya, khususnya Meiying.
4)      Ketegangan atau suspense.
Dalam film The Karate Kid ini terdapat beberapa adegan yang menegangkan, yakni;
-          Ketika Dre baru pertama kali tinggal di China, ia mendapatkan gangguan dari teman-teman sebayanya yang merupakan orang asli China (Cheng).
-          Ketika Dre mendapatkan tantangan dari Cheng dan gurunya dalam turnamen karate yang akan diselenggarakan dalam waktu beberapa hari lagi.
-          Pada saat turnamen berlangsung, Cheng berhasil mengalahkan lawan-lawannya begitupun juga Dre yang dapat mengalahkan lawan-lawannya. Sehingga Dre dan Cheng akhirnya bertemu dalam pertandingan final.
5)      Aksi atau gerak.
Film ini dari awal hingga akhir lebih dominan menampilkan gerak fisik seperti, Dre belajar karate kepada Mr. Han, Dre harus mendapatkan penyiksaan dan acaman dari Cheng. Tidak hanya itu, aktivitas batiniah banyak juga muncul di film ini seperti;
-          Pada saat sampai pertama kali di China, Dre merasa susah untuk menjali aktivitasnya sehari-hari karena segala yang dilihatnya berbau China, khususnya bahasa.
-          Pada saat Dre mengenal Meiying, Dre merasa mendapatkan teman yang cocok untuk diajak ngobrol dengannya. Akan tetapi pada suatu saat Dre tidak diperbolehkan orang tua Meiying untuk berteman dengan anaknay, karena mereka mengangap Dre mengganggu konsenterasi Meiying berlatih Biola.
-          Perasaan Dre yang selalu was-was ketika akan menghadapi lawan-lawan turnamennya, khususnya Cheng.
6)      Sederhana sekaligus kompleks.
Film ini merupakan film yang sebenarnya memiliki alur yang sederhana dan mudah dipahami. Namun si pembuat film banyak menambahkan beberapa komposisi adegan lain untuk menambah kompleksitas cerita yang disajikan. Cerita yang sebetulnya menggambarkan bagaimana seorang anak yang ingin berusaha belajar Kungfu, namun banyak disisipi adegan-adegan lain untuk merangasang emosi audien lain.
7)      Pengolahan materi emosional.
Materi emosional dalam Film The Karate Kid ini dirasa cukup dan tidak berlebihan. Namun, dimasyarakat kita, budaya seorang anak untuk bertarung itu sebenarnya kurang pas, sehingga anak sebagai audien film ini harus didampingi dan diarahkan agar pesan moralnya saja yang sampai dan dipahami.
Judul
Film The Karate Kid ini menggunakan judul dengan nama judul yang menggunakan Striking Statement.

Tema dan Maksud
1)      Efek emosional/suasana sebagai tema.
Film The Karate Kid ini memiliki tema film yang diambil dari suasana atau emosional dalam film ini yakni, sebuah kerja keras dan perjuangan seseorang untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Dimana seorang anak menginginkan dirinya untuk menjadi lebih kuat dan tidak tertindas.

Karakterisasi
Karakterisasi dapat dilihat atau ditunjukkan melalui :

1)      Penampilan
-          Dre Parker            : Jaden Smith
Dre merupakan anak lelaki berusia sekitar 10 tahunan. Dre mempunyai kulit yang berwarna hitam dan rambut gimbal yang selalu dikepang dengan jumlah yang banyak. Dre selalu menggunakan gaya berpakaina yang casual dalam kesehariannya.
-          Mr. Han    : Jackie Chan
Mr. Han merupakan tukang pipa, membetulkan keran yang berada di apartemen. Dalam kesehariannya, Mr. Han berpakaian sangat sederhana dengan kaos putih, celana yang sudah lusuh, dan topi.
-          Mrs. Parker           : Taraji P. Henson
Mrs. Parker merupakan ibu Dre yang bekerja di kantor. Hal ini ditunjukkan dengan pakaian yang dikenakan oleh Mrs. Parker yang rapi dan elegan. Perawakannya tinggi, kulit hitam (negro) dengan rambut yang gimbal.
-          Cheng                   : Zhen Wang
Cheng merupakan anak lelaki seusia Dre. Cheng terlihat seperti anak orang kaya yang selalu berpakaian rapi. Cheng keturunan China asli, hal ini ditampakkan dari kulitnya yang putih dan matanya yang sipit.
-          Meiying    : Wenwen Han
Meiying merupakan anak orang kaya yang selalu berpakaian rapi. Meiying selalu diantar jemput oleh ayahnya dengan menggunakan mobil. Salah satu aksesoris tambahannya adalah biola yang dibawanya.
2)      Aksi eksternal, Karakter yang direka dari melihat bahasa tubuh tokoh.
-          Dre Parker            : Jaden Smith
Dre merupakan seorang anak yang memiliki kemauan yang kuat dan rasa ingin tahu. Adegan yang mendukung adalah ketika ia berusaha berlatih Kungfu dengan Mr. Han. Dari awal hingga akhir ia menjalankannya dengan baik. Dan juga dalam adegan lain Dre menanyakan apa yang terjadi kepada diri Mr. Han ketika ia melihat Mr. Han frustasi dan mengahncurkan mobilnya.
-          Mr. Han                : Jackie Chan
Mr. Han merupakan sosok yang sederhana dalam berpikir dan memiliki ilmu kungfu yang tinggi. Adegan yang mendukung adalah ketika Mr. Han mengajarkan teknik Kungfu yang sederhana kepada Dre sebelum berlatih teknik lainnya.
-          Mrs. Parker           : Taraji P. Henson
Mrs. Parker merupakan pribadi yang tangguh, adegan yang mendukung adalah tercermin dalam kesendiriannya untuk merawat Dre, sampai ia harus mengajak Dre pindah sekolah ke China demi pekerjaannya.
-          Cheng                   : Zhen Wang
Cheng merupakan anak yang temparmental dan agak bengis. Adegan yang mendukung adalah ketika ia mengganggu Dre setiap kali bertemu di luar atau di dalam turnamen. Adegan yang lain adalah bagaimana ia mengalahkan lawan-lawannya dengan cara yang “sadis” bagi anak seusia dia.
-          Meiying                : Wenwen Han
Meiying merupakan sorang anak yang kalem dan penurut. Adegan yang mendukung adalah ketika ia diajak oleh Dre bermain di luar, Meiying selalu menuruti apa yang dilakukan Dre. Adegan lainnya juga menggambarkan bagaimana Meiying diatur oleh orang tuannya agar tidak menemui Dre dan menyuruhnya fokus belajar Biola.
3)      Aksi internal, Karakter yang direka melalui aksi batin tokoh.
-          Dre Parker       : Jaden Smith
Dre  mengalami aksi internal saat dia sedang mengalami kesulitan atau maslah pad masa adaptasi dengan lingkungan barunya di China karena kesulitan komunikasi dengan orang lain.
-          Mr. Han           : Jackie Chan
Mr. Han mempunyai aksi internal yang menggambarkan kesedihannya terhadap kecelakaan yang menimpa oarang-oarang terdekatnya. Ia merasa bersalah atas kematian istri dan anaknya, sampai ia melampiaskan dengan cara menghancurkan mobilnya.
-          Mrs. Parker      : Taraji P. Henson
Mrs. Parker mengalami aksi internal saat dirinya merasa was-was dengan keadaan Dre yang baru pertama kali tinggal di China, apalagi ia harus banyak meninggalkan Dre dalam waktu yanga agak lama dalam keseharian pekerjaannya.
-          Cheng              : Zhen Wang
Cheng merupakan anak yang emosional, terlihat dari kebenciannya terhadap Dre dan keinginan untuk selalu dapat mengalahkan Dre. Cheng juga merupakan anak yang sombong karena selalu memperlihatkan kekuatannya dalam Kung fu.
-          Meiying           : Wenwen Han
Meiying merupakan anak yang baik hati. Hal tersebut terlihat ketika meiying hendak menolong Dre yang dipukuli oleh Cheng dkk. Meiying juga tidak pernah membeda-bedakan teman, dimana ia mau diajak bermain oleh Dre.
4)      Nama tokoh
-          Dre Parker           
-          Mr. Han   
-          Mrs. Parker          
-          Cheng                  
-          Meiying   
5)      Identitas tokoh
-          Dre Parker            : Seorang murid sekolah         
-          Mr. Han                : Tukang pipa
-          Mrs. Parker           : Pekerja kantor
-          Cheng                   : Seorang murid sekolah
-          Meiying                : Seorang murid sekolah dan pemain biola
Alur dan Plot
Alur cerita atau yang digunakan dalam film The Karate Kid ini  merupakan jenis alut Linear Sebuah plot cerita yang dimulai dari titik awal dan maju terus hingga titik akhir cerita.
Struktur dari sebuah cerita dapat terdiri dari:
1)      Eksposisi
Cerita ini berawal dari kepindahan Dre dari Amerika ke China. Di China, Dre merasa canggung dan kesulitan berkomunikasi dengan teman-teman sebayanya. Dan ia  kemudian berkenalan dengan Meiying, seorang anak pemain biola. Namun ia juga bertemu dengan Cheng yang tidak menyukai Dre yang bukan keturunan China dan juga tidak menyukai kalau Dre dekat dengan Meiying.
2)      Konflik
Ketika Cheng dan kawan-kawan mengeroyok Dre, dan akhirnya ia di tolong oleh Mr. Han. Namun, masalah yang baru terjadi ketika guru atau pelatih Kungfu Cheng menantang Mr. Han dan Dre untuk bertarung dengan Cheng ketika turnamen.
3)      Klimaks
Ketika Dre merasa tidak yakin untuk dapat mengalahkan Cheng pada turnamen yang diselenggarakan. Hal ini ditunjukkan Dre ketika menerima teknik berlatih dari Mr. Han yang hanya itu-itu saja. Tidak hanya itu, Dre juga mengalami konflik ketika orang tua Meiying tidak mengijinkan Dre menemui anaknya. Dre juga selalu takut ketika melihat bagaimana Cheng mengalahkan lawan-lawannya dengan kasar dan “sadis”.
4)      Resolusi
Ketika Dre mampu mengalahkan Cheng di turnamen, dan Cheng mengakui kekalahannya dan ingin Mr. Han menjadi guru Kungfu Cheng dan kawan-kawan, karena Cheng merasa apa yang dipelajarainya selama ini salah.

Setting
Empat  hal setting  yang ada pada film Karate Kid:
 1)      Faktor temporal (waktu)
Film The Karate Kid menggambarkan setting waktu masa sekarang.
2)      Faktor geografik, tempat dimana cerita terjadi.
Film The Karate Kid ini terjadi di 2 tempat, pertama di amerika dan yang kedua di China.
3)      Faktor ekonomi yang berlaku saat itu
Film The Karate Kid ini menggambarkan keadaan ekonomi yang masih belum mapan bagi Dre dan ibunya, ini dilihat dari pekerjaan ibu Dre yang selalu mengajak pindah-pindah anaknya dalam bekerja. Berbeda dengan Cheng dan Meiying, dimana mereka hidup dalam kecukupan dari kekayaan orang tuanya.
4)      Faktor adat dan budaya yang berlaku saat itu.
Adat dan budaya yang terlihat pada film The Karate Kid adalah bahwa di China identik dengan penduduknya yang harus bisa Kung fu. Kemudian budaya kerja keras dimana ditunjukkan oleh Mr. Han ketika mengajar Dre. Dan yang terakhir, di bagian akhir cerita, terdapat festival yang menjadi salah satu kebudayaan China.